Senin, 28 Februari 2011

Intisari Wayang Janur dan Wayang Suket

Pada awalnya, saya sangat berterima kasih kepada Bapak Suyatno Hadi Raharjo yang telah memberikan ilmu dalam proses pembuatan wayang janur dan suket. Tanpa kehadiran beliau di Museum Wayang Jakarta, kemungkinan Museum Wayang kurang lengkap rasanya tanpa dihiasi oleh kehadiran wayang janur dan wayang suket yang sampai saat ini selalu menjadi idola para pengunjung dalam menunjukan bakat kreativitas proses dasar pembuatan wayang yang terbuat dari daun janur, bambu, ilalang. 

Wayang yang biasa dibuat oleh pengunjung Museum Wayang adalah tokoh Pandawa Lima yang terdiri dari ; Yudistira, Arjuna, Bima, Nakula dan Sadewa. Membuat wayang janur dan suket relatif mudah. Bahan bakunya janur, ilalang, mundeng, serai, bambu, lidi, tali, kawat, dan kabel. Janur dan berbagai jenis rerumputan itu didapat dari lahan tidur, sempadan sungai, dan pekarangan rumah yang tak terurus.

Metode pembuatannya sangatlah sederhana, menggunakan sistem tujuh tali. Tali itu sebagai pengikat rangka wayang yang terbuat dari bambu, lidi, kawat, atau kabel. Setelah rangka diikat, kemudian suket di anyam. 

Dalam prosesnya, Wayang suket memiliki filosofi kehidupan budaya Jawa. Salah satunya ”Lakuning Urip” (Perjalanan Hidup). Selama menjalani hidup, manusia harus eling (ingat), waspada, tuhu (mencintai sesama), utama (mengutamakan kejujuran), dan narima ing pandum (menerima kenyataan).

                                            Bapak Suyatno Hadi Raharjo 

*Dari berbagai sumber.






2 komentar:

  1. ya perlu di kembangkan untuk nusantara ini

    aq setuju

    BalasHapus
  2. Dear Ki Ganong.

    Pendapat anda sangat benar sekali. Kalau bukan kita? siapa lagi? hehehe. Trims sudah ikut berpartisipasi di blog saya.

    BalasHapus